9 Cara Menghadapi dan Merayu Istri Saat Sedang Marah - Problem Hidup

Monday, September 24, 2018

9 Cara Menghadapi dan Merayu Istri Saat Sedang Marah

Cara menghadapi istri yang marah
Menghadapi istri saat ia marah

Hubungan di dalam rumah tangga memang tidak selalu manis. Kadang, ada saja masalah yang menghampiri baik masalah kecil maupun masalah yang besar.

Dalam menyikapi hal ini, kedua belah pihak harus tenang dan lebih dewasa serta berpikir dengan kepala dingin. Jangan sampai hanya karena masalah sepele, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti perceraian.

Jangan gegabah dalam mengambil tindakan karena segala pilihan akan ada konsekuensinya.

Dan pada kesempatan kali ini, Problem Hidup akan memberikan tips untuk suami dalam menghadapi situasi dimana sang istri sedang marah.

Sebagai kepala keluarga, seorang suami memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengurus dan menjaga keharmonisan keluarganya.

Maka dari itu, seorang suami semestinya memiliki karakter yang bisa mereda amarah seorang ibu rumah tangga. Bukan malah balik memarahi istri dan mencaci makinya yang hanya akan menyulut emosi dan memperbesar api kemarahan wanita.

Dalam situasi seperti ini, seorang suami harus bisa mengontrol emosinya agar tidak terjadi cekcok dengan istri.

Untuk menghadapi istri yang sedang marah, anda bisa melakukan beberapa tips di bawah ini supaya amarah istri segera mereda.


1. Cari Tahu Apa Penyebab dan Alasannya


Yang pertama, jangan terburu-buru untuk berbicara langsung dengan istri, anda sebaiknya memikirkan dahulu hal apa yang membuat ia marah.

Mungkin saja anda telah melakukan kesalahan yang membuatnya menjadi kesal. Ingat-ingat dulu kesalahan apa yang sebelumnya anda lakukan.

Jika sudah menemukan akar masalahnya, mulailah ajak untuk bicara dengan nada pelan dan lemah lembut.

Sembari kita menenangkan istri, bilang padanya kita bisa selesaikan baik-baik, dengan dewasa, dengan kepala dingin. Jangan sampai hubungan kita tidak berjalan semestinya, bukankah masalah diciptakan untuk diselesaikan? Bukan malah diperpanjang.

Dalam kondisi seperti ini, sangat dibutuhkan keterbukaan dari masing-masing individu agar semuanya jelas dan sama-sama tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Jagan sekali-kali menyembunyikan sesuatu walaupun itu hal kecil karena suatu saat, kebohongan itu bisa saja terungkap.

2. Beri Waktu Untuk Menyendiri


Siapapun itu, kalau sedang marah biasanya butuh suasana yang tenang untuk menyendiri dan menghilangkan rasa marahnya.

Untuk itu, bagi kalian para suami ada baiknya jika sang istri sedang ngambek atau marah jangan tergesa-gesa untuk menghampirinya, berilah sedikit waktu untuk menenangkan emosinya.

Karena sebanyak apapun kita menasehati dan membujuknya, jika sedang marah ia tidak akan menggubris omongan anda. Yang terjadi malah tambah ngomel-ngomel  dan membuat amarahnya berlarut-larut.

3. Jangan Ucapkan Kata-kata Yang Memprovokasi


Tahan emosi yang berlebihan dan hindari mengatakan hal-hal yang kurang enak didengar. Biasanya memang jika salah satu dari pasangan suami istri ada yang marah, satunya lagi ikut-ikutan marah dan mengucapkan kata-kata kasar bahkan makian.

Yang seperti ini bisa menjadi pemicu ketegangan urat syaraf diantara keduanya. Jangan sampai akal sehat anda dikalahkan oleh emosi hingga mengumpat dan mencaci maki wanita yang selama ini meringankan beban hidup anda.

Terlebih mengancam akan menceraikan, hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

Beberapa contoh kata-kata yang dibenci oleh seorang wanita misalnya aku menyesal menikah sama kamu, kamu bisa nggak seperti istrinya si A?.

4. Jangan Balik Memarahi


Benar adanya "Api akan kalah dengan air". Semarah apapun anda, jangan terpancing emosi dan mencari-cari kesalahan istri untuk dijadikan perisai untuk balik memarahinya.

Walaupun ia berkata kasar sekalipun, maklumi saja karena ia sedang emosi. Jangan balik mengata-ngatai kasar padanya karena hanya akan menambah keributan dan menjadikan pertikaian yang panjang.

Kiranya emosinya sudah mereda, barulah anda bisa memberi nasehat agar ia tidak berkata kasar dan mintalah untuk berjanji tidak akan mengulangi lagi.


5. Rayu Dengan Manja dan Penuh Kasih Sayang


Sudah menjadi kodrat wanita bahwa ia sangat senang jika dirayu dan digombalin oleh orang yang ia sayang.

Cobalah untuk merayu dengan diselingi sedikit humor sambil memeluknya, karena pelukan adalah salah satu bukti bahwa anda sangat menyayanginya.

Mungkin aku terlalu egois. Memintamu seperti apa yg aku mau, tak pernah aku tau perasaan mu waktu itu.
Meminta maaf saja mungkin tak cukup untuk aku katakan.
Kalau saja ada kata yang lebih dari kata maaf. Pasti akan ku katakan agar kamu maafkan aku. aku sangat mencintaimu.

Kalau sudah dirayu namun masih tetap marah, jangan terus-terusan merayu. Mungkin dia sedang tidak ingin dirayu.

6. Beri Kejutan/Hadiah


Wanita sangatlah senang jika dikasih kejutan walaupun dengan hal-hal kecil seperti menutup matanya.

Cari tahu sesuatu yang istri anda menyukainya, misalkan dia sangat suka dan ingin sekali memiliki kalung, ini adalah kesempatan besar yang harus anda ambil agar hati istri anda luluh.

Tidak perlu barang yang mahal, jika memang sedang tidak banyak uang anda bisa membelikannya bunga atau sekedar memasakkan sesuatu mungkin juga ide yang bagus.

7. Bersikap Sabar


Tidak mudah untuk menjadi pribadi yang sabar, butuh mental yang kuat untuk bisa sabar dalam menghadapi ujian dalam berumah tangga.

Pernah dengar kisah Umar bin Khattab RA tentang istrinya yang mengomel pada beliau?

Suatu hari, ada seorang lelaki hendak mengadukan masalahnya tentang bagaimana istrinya yang sering mengomel kepada sayyidina Umar yang kala itu menjabat sebagai Khalifah.

Sesampainya didepan rumah sang Khalifah, lelaki itu tak sengaja mendengar seorang perempuan yang sedang memarahi sayyidina Umar yang tak lain perempuan tersebut ialah istri Khalifah Umar.

Tak perlu menunggu lama, lelaki itu pun bergegas pergi dari rumah sayyidina Umar sembari berpikir sayyidina Umar saja mengalami hal yang sama, lalu untuk apa saya mengadu pada beliau.

Belum jauh ia pergi, dari belakang sayyidina Umar memanggilnya dan menanyakan apa keperluannya. Lalu lelaki itu menceritakan masalah yang sedang menimpanya.

Kepada lelaki itu, sayyidina Umar berkata, aku tetap sabar menghadapi istriku, karena itu kewajibanku, karena bagaimanapun juga, ialah yang membuatkan makanan untukku, mencuci pakaianku, menyusui anakku meskipun itu bukan kewajibannya. Oleh karena itu, sabarlah saudaraku, ini hanya sebentar.

Dai kisah tersebut bisa kita bayangkan betapa bijaksana seorang Umar dalam menghadapi istrinya yang sedang marah karena beliau paham betul menjadi ibu rumah tangga bukanlah perkara yang mudah.

8. Dengarkan Keluh Kesahnya


Biarkan dia ngomel-ngomel sampai puas, anda cukup mendengarkan saja sambil menatap raut wajahnya.

Kalau dia bertanya kenapa kamu liatin aku terus? Jawab saja "Kamu cantik banget kalau lagi marah".

Bisa jadi marahnya dia bukan karena ulah kita, mungkin saja ada teman kantornya yang menyebalkan atau tetangganya.

Jadilah pendengar yang baik dan dengarkan setiap keluhan yang sedang ia alami dan cobalah untuk memberikan solusi agar ia merasa bahwa anda adalah orang yang paling perhatian.

9. Minta Maaf dan Mengakui Kesalahan


Kalau kemarahannya disebabkan oleh perbuatan anda, lihatlah dari sudut pandang yang lain, bagaimana perasaan anda jika diperlakukan seperti itu?

Meminta maaf bukanlah solusi terbaik jika masih saja diulangi lagi, namun maaf adalah kewajiban yang harus anda lakukan.

Katakan pada istri anda, bahwa anda berjanji untuk tidak melakukannya lagi di kemudian hari.


Mungkin itu saja tips menghadapi istri yang sedang marah dari Problem Hidup, semoga istri anda yang sedang marah cepat mereda amarahnya.

Kesimpulannya, dalam kondisi seperti kasus diatas, jangan sekali-kali terpancing untuk membalas memarahinya dan bersabarlah dalam menghadapi ujian ini.

Semoga bermanfaat.
Disqus comments