5 Permasalahan Remaja dan Solusi Mengatasinya! - Problem Hidup

Wednesday, October 31, 2018

5 Permasalahan Remaja dan Solusi Mengatasinya!




Usia remaja merupakan masa pencarian jati diri. Di tengah-tengah pencarian jati diri ini, timbul berbagai masalah, khususnya pada usia remaja akhir. Remaja akhir merupakan remaja dengan rentang usianya 18 – 21 tahun. Permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari dapat berpengaruh pada masa depannya. Berikut ini beberapa masalah yang sering dialami oleh para remaja akhir.

Masalah yang Dialami Remaja Akhir

1.    Depresi


Depresi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk para remaja. Depresi merupakan gangguan mental yang disebabkan oleh berbagai permasalah hidup. Dampak buruk dari depresi yaitu mengalami perubahan mood (suasana hati), konsentrasi, pola hidup, dan sebagainya. Nah, remaja rentan terhadap gangguan mental ini. Berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya bisa memicu munculnya depresi.

Remaja yang mengalami depresi, dapat melakukan tindakan negatif seperti bunuh diri. Sehingga usia-usia mereka butuh mendapatkan dukungan dan mentor untuk menemaninya menentukan jati diri yang tepat. Usia remaja akhir merupakan perpindahan usia dari remaja menuju dewasa yang memang identik dengan quarter life crisis atau krisis hidup di usia seperempat abad. Disinilah problematikan kehidupan sering terjadi yang menyebabkan depresi.

2.    Konflik dengan Teman di Sekolah


Lingkungan pergaulan dapat memberikan pengaruh pada diri setiap orang. Pada usia remaja, teman menjadi salah satu hal yang diprioritaskan. Biasanya dalam lingkup pertemanan, di usia remaja membentuk sebuah geng atau kelompok berdasarkan minat tertentu. Pada masa-masa inilah, tidak sedikit remaja yang menghabiskan waktu bersama teman-temannya daripada dengan keluarga.

Namun, di tengah asyiknya melakukan kegiatan bersama teman-temannya, seringkali timbul permasalahan diantara mereka. Masalah remaja ini bisa terjadi dalam lingkup intern (sesama anggota kelompok) atau ekstern (antar kelompok lain). Masalah intern dalam pertemanan ini bisa terjadi karena beda pendapat yang memicu perdebatan. Sedangkan masalah ekstern ini bisa ditimbulkan karena keinginan kelompok ingin terlihat lebih unggul dari kelompok lain, sehingga antar kelompok saling berselisih. Bahkan lebih parahnya, bisa terjadi tawuran.

3.    Konflik dengan Orang Tua


Permasalahan remaja akhir selanjutnya yang sering terjadi yaitu konflik dengan keluarga. Diusia ini, remaja mulai membangkang nasihat-nasihat orang tuanya. Tuntutan orang tua yang tidak sesuai dengan keinginannya seringkali menimbulkan konflik dan pertengkaran yang dalam lingkup keluarga. Hal ini bisa terjadi karena anak yang mudah emosi menanggapi tuntutan orang tua, atau sebaliknya orang tua yang belum memahami keinginan anak yang sebenarnya.

Oleh sebab itu, diperlukan kesepahaman antara orang tua dan anak, sehingga tidak mudah menimbulkan konflik. Sebagai orang tua, memiliki peran besar mengarahkan anak menjadi pribadi yang lebih baik di masa depannya. Bukan hanya dengan memberikan tuntutan sesuai keinginan orang tua. Namun, sebagai orang tua juga harus memahami minat dan keinginan anak, sehingga mampu mengarahkan anak sesuai pilihan dan tujuan hidupnya.

4.    Konflik dengan Kekasih


Tidak dapat dipungkiri, pada usia remaja akhir masalah yang terjadi tak lepas dari kisah percintaan. Urusan percintaan remaja tak luput juga dari konflik layaknya orang dewasa. Terlebih lagi, emosi remasa masih belum stabil, sehingga seringkali menanggapi masalah yang terjadi dengan terburu-buru. Putus nyambung dalam percintaan remaja sebenarnya hal yang wajar. Hal ini dikarenakan usia ini dalam urusan asmara, usia remaja akhir merupakan usia dimana dua insan saling mengenal satu sama lain.

Namun, konflik dengan kekasih di usia remaja ini sering kali berdampak pada masa depannya. Misalnya, sering dikhianati membuat seseorang merasa sakit hati yang berkepanjangan. Efek parahnya, pengalaman pahit tersebut membuat beberapa remaja sulit menjalin hubungan asmara dengan orang baru. Hal ini bisa diakibatkan oleh trauma sakit hati masa lalu.

5.    Pergaulan Bebas


Terakhir, permasalahan remaja masa kini yang sering terjadi yaitu terjerat pergaulan bebas. Pada masa-masa remaja, masa dimana mereka akan mencari sebanyak-banyaknya teman. Kuantitas pertemanan lebih diutamakan daripada kualitas pertemanan itu sendiri. Hal ini membuat beberapa remaja sering terjerat pada pergaulan salah. Keinginan memiliki banyak teman, terkadang membuat mereka justru berada di lingkungan pertemanan yang negatif.

Lingkungan pertemanan dapat memberikan pengaruh pada sikap kepribadian seseorang. Jika remaja berada dalam lingkup pertemanan yang negatif, maka kemungkinan terpengaruh dampak negatif pun semakin besar. Demi bertahan dan diterima dalam lingkup pergaulan, seseorang harus mengikuti segala kebiasaan di dalamnya. Misalnya, memiliki teman-teman perokok, agar seseorang diterima oleh teman-temannya dan tidak dikeluarkan dari anggota geng tersebut, mau tidak mau ia akan ikut-ikutan merokok.

Masalah-masalah di atas tidak dapat diabaikan begitu saja, karena akan berdampak buruk bagi remaja maupun lingkungan sekitarnya. Permasalahan remaja perlu diselesaikan dengan berbagai solusi. Bagaimana caranya?

Solusi Mengatasi Permasalahan Remaja Akhir

Pertama, Pengawasan Orang Tua

Orang tua berperan penting dalam masa pertumbuhan anak. Apalagi, masa peralihan usia remaja ke dewasa. Banyak masalah yang semakin rumit akan dihadapi remaja, disinilah orang tua sangat berperan. Sebagai orang tua, sudah sewajarnya memantau perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan di sekolah maupun di rumah dan dalam lingkungan pergaulannya. Hal ini untuk memastikan bahwa anak tidak melakukan penyimpangan.

Namun, perlu diingat bahwa dalam melakukan pengawasan, jangan sampai membuat anak justru merasa tertekan. Jadilah orang tua sekaligus teman yang nyaman bagi anak, sehingga anak lebih terbuka dalam berbagi keluh kesahnya. Hal ini akan mempermudah Anda dalam membantu anak menyelesaikan masalah yang sedang dialami. 

Kedua, Berikan Sugesti Positif

Pemberian sugesti positif sebagai salah satu solusi penyelesaian masalah remaja akhir, dapat dilakukan oleh semua pihak. Saat di rumah, maka orang tualah yang berperan dalam memberikan sugesti positif pada anak. Saat di sekolah, maka guru yang berperan penting memberikan sugesti positif pada siswa-siswanya, begitu pula saat di lingkungan masyarakat. 

Sugesti positif inilah yang akan membantu anak menciptakan pikiran-pikiran positif. Pikiran positif tersebut akan berpengaruh pula pada tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menciptakan jiwa yang positif. Remaja yang memiliki pribadi positif cenderung dapat mengontrol diri dan emosinya dengan baik, sehingga dapat membedakan mana yang baik dan buruk. 

Ketiga, Memiliki Lingkungan Pertemanan yang Sehat

Lingkungan pertemanan dapat memberikan pengaruh luar biasa pada tingkah laku remaja hingga dewasa nanti. Oleh sebab itu, jika Anda sebagai orang tua yang mempunyai anak remaja, pastikan Anda mengenal lingkungan pertemannya. Dengan siapakah anak berteman? Apa saja yang biasa dilakukan anak-anak saat mereka berkumpul? Hal-hal semacam ini perlu diketahui demi memastikan bahwa lingkungan pertemanan yang dimiliki anak adalah lingkungan pertemaan yang sehat.

Jangan biarkan anak salah memilih teman atau masuk dalam pergaulan bebas. Pastikan anak memiliki lingkup pertemanan yang positif, sehingga mampu membentuk pribadi yang positif pula. Bahkan akan lebih baik, apabila anak memiliki lingkungan pertemanan yang sesuai hobinya, sehingga selain berteman dan berbagi cerita, juga dapat mengembangkan keterampilannya. 


Keempat, Membantu Menemukan Identitas Diri

Dalam perjalanan hidupnya, seseorang akan dihadapkan pada persoalan hidup yang rumit, khususnya dalam pencarian jati diri. Di usia remaja akhir yaitu usia 20'an, dimana usia tersebut merupakan quarter life crisis atau krisis identitas diri seperempat abad. Dalam masa inilah, remaja akan dihadapkan pada kebimbangan dan kekhawatiran tentang masa depannya. Ingin jadi apa nanti? 

Saat inilah, sebagai orang dewasa maupun orang tua perlu membantu remaja menemukan identitas dirinya. Tugas Anda hanyalah membantu menemukan dan mengarahkan, bukan memaksa anak mengikuti apa yang Anda inginkan. Jadi, beri kepercayaan dan kebebasan pada anak untuk menentukan tujuan hidupnya, dan berikan dukungan penuh agar mereka dapat mencapai tujuan tersebut.

Kelima, Perbanyak Lakukan Hal Positif

Terakhir, solusi mengatasi permasalahan remaja akhir dapat dilakukan dengan memperbanyak melakukan hal-hal positif. Kegiatan positif cenderung membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih produktif. Hal ini bisa mengurangi pikiran dan tindakan negatif remaja, seperti stress maupun terlibat dalam konflik. Semakin banyak menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan positif, semakin banyak pengalaman berharga yang dapat dijadikan bekal kehidupannya nanti. 


Itulah beberapa permasalahan remaja akhir yang sering terjadi dan perlu diwaspadai dan solusi untuk mengatasinya. Dalam hal ini, keluarga memiliki peran besar bagi anaknya dalam mengarahkan, mendukung, dan membantu menghadapi masalah yang terjadi.
Disqus comments