Jadwal Imunisasi Lengkap untuk Bayi Umur 0 – 18 Bulan Terbaru - Problem Hidup

Thursday, November 8, 2018

Jadwal Imunisasi Lengkap untuk Bayi Umur 0 – 18 Bulan Terbaru

gambar: www.merries.co.id
Sejak dilahirkan, anak akan diberikan imunisasi sebagai salah satu cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dimaksudkan agar bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga tidak mudah terserang penyakit. Usia 0 – 18 bulan adalah usia yang sangat rentan dan sensitif terhadap bakteri, debu, serta virus penyebab penyakit. Sehingga bayi perlu diberikan imunisasi secara rutin.

Apa Itu Imunisasi?

Imunisasi berasal dari kata “imun” yang berarti kebal (resisten). Imuniasi merupakan pemberian vaksin ke dalam tubuh bayi dengan tujuan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh akan membentuk zat antibodi untuk mencegah penyakit tertentu. Imunisasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit tertentu dalam tubuh bayi sekaligus bisa juga menyembuhkan penyakit yang sedang dideritanya.

Manfaat Imunisasi

gambar: pixabay.com/satyatiwari
Imunisasi penting untuk dilakukan, karena memiliki beberapa manfaat penting, diantaranya:

  • Melindungi Bayi dari Penyakit
Sistem kekebalan bayi tidak sekuat orang dewasa. Hal ini membuat bayi rentan terserang penyakit. Namun, dengan dilakukan imunisasi sejak usia bayi maka akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit tertentu.

  • Melindungi Bayi yang Lain
Pada kasus tertentu, ada bayi yang memiliki alergi terhadap imunisasi atau sedang menjalani pengobatan tertentu, sehingga membuatnya tidak dapat diberikan imunisasi. Hal ini penting bagi bagi sehat untuk diberikan imunisasi. Bayi sehat yan diberikan imunisasi tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tapi melindungi bayi lain. Dengan dilakukan imunisasi, bayi sehat tidak akan menyebarkan virus berbahaya penyebab penyakit bagi para bayi yang tidak dapat menjalani imunisasi.

  • Imunisasi Menghemat Uang dan Waktu
Saat bayi terserang penyakit, membutuhkan perawatan intensif yang tentu akan menyita waktu dan bisa menghabiskan banyak uang untuk pengobatan. Si kecil juga akan kehilangan waktu untuk bermain dan tumbuh secara normal. Dengan dilakukan imunisasi sejak dini, dapat meminimalisir terjangkitnya penyakit menular pada bayi dan bayi pun tetap sehat.

  • Melindungi Generasi Masa Depan
Tujuan dilakukan imunisasi yaitu meningkatkan sistem kekebalan bayi, agar tidak mudah terserang penyakit. Dengan dilakukan imunisasi, berarti mencegah penyakit berbahaya menyerang tubuh bayi. Sehingga bayi dapat tumbuh dengan sehat dan normal. Hal ini akan berdampak pada kehidupannya setelah dewasa nanti, yaitu menjadi seseorang yang sehat. Dengan demikian, imunisasi telah membantu melindungi generasi masa depan menjadi sehat.

Jadwal Imunisasi secara Umum

gambar: www.orami.co.id
Melakukan imunisasi memiliki jadwal tertentu sesuai jenis imunisasi yang dilakukan. Di Indonesia sendiri jadwal imunisasi yang perlu Anda ketahui yaitu:

1. Hepatitis B

Pemberian imunisasi Hepatitis B diberikan pada bayi sebanyak 3 kali, yaitu pertama kali kurang dari 24 jam setelah lahir.  Kedua, diberikan pada saat bayi berusia 1 bulan, dan ketiga diberikan saat bayi antara berusia 3 – 6 bulan. Imuniasi Hepatitis B ini dimaksudkan untuk menangkal adanya infeksi organ hati karena adanya virus Hepatitis B yang berasal dari Ibu ke anaknya, selama proses kelahiran.

2. Polio

Polio disebut juga sebagai lumpuh layu. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pencernaan dan tenggorokan. Saat anak terserang virus ini, maka kaki dan tangannya akan mengalami kelumpuhan otot yang berpotensi menyebabkan kematian. Untuk mencegah adanya penyakit tersebut, diberikan imunisasi polio sebanyak 4 kali saat bayi berumur di bawah 6 bulan. Imunisasi ini, biasanya akan diberikan saat bayi baru lahir, usia 2 bulan, usia 4 bulan, dan usia 6 bulan.

3. BCG

Imunisasi selanjutnya yaitu BCG. Pemberian vaksin BCG ini bertujuan untuk mencegah terkena penyakit TBC. Pasalnya, penyakit TBC merupakan salah satu jenis penyakit menular yang dapat menyebabkan kecatatan hingga kematian kepada penderitanya. Jadwal pemberian imunisasi BCG dilakukan satu kali saat bayi berusia 2 bulan.

4. DPT

Imunisasi DPT merupakan jenis imunisasi gabungan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis atau batuk rejan serta tetanus. Penyakit tersebut merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Pemberian imunisasi DPT dilakukan selama lima kali yaitu usia 2 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia antara 18 – 24 bulan, serta ketika anak berusia 5 tahun.

5. Campak

Terakhir yaitu diberikan imunisasi campak. Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh adanya virus. Apabila tidak segera diatasi, campak akan menyebabkan komplikasi radang otak, radang paru-paru, dan kebutaan. Imunisasi campak diberikan selama 3 kali, yaitu saat anak berusia 9 bulan, usia 18 bulan, dan usia 6 – 7 tahun.

Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI 2017

Berdasarkan rekomendasi 1DAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), berikut ini jadwal imuniasi yang dijadikan pedoman untuk imunisasi bayi usia 0 - 18 bulan.

1. Vaksin Hepatitis B (HB)

Ini merupakan imunisasi pertama bagi bayi, yang akan diberikan 12 jam setelah lahir. Dokter akan menyuntikkan vitamin K terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin Hepatitis B. Pemberian vaksin akan terus dilakukan pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

2. Vaksin Polio 

Vaksin ini akan diberikan pada anak ketika berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

3. Vaksin BCG

Pemberian imunisasi BCG dilakukan 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan atau antara umur 0 - 2 bulan. Jika vaksin BCG akan diberikan pada bayi berusia 3 tahun lebih, maka perlu dilakukan pemeriksaan tuberkulin terlebih dahulu.

4. Vaksin DTP

Pemberian vaksin DTP diberikan setidaknya pada saat bayi berusia 6 minggu. Selanjutnya, akan diberikan kembali saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

5. Vaksin PCV

Vaksin PCV (Pneumokokus) diberikan pada bayi usia 7 - 12 bulan. Imuniasi ini diberikan 2 kali, dengan interval 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama. Apabila vaksin pertama diberikan pada bayi usia 12 bulan (1 tahun), maka vaksin kedua diberikan 2 bulan setelah vaksin pertama.

6. Vaksin Rotavirus

Vaksin Rotavirus diberikan pada bayi sebanyak 2 kali. Pemberian pertama dilakukan pada usia sekitar 6 - 14 minggu. Sedangkan dosis kedua diberikan selang minimal 4 bulan setelah dilakukan imunisasi Rotavirus yang pertama. Dan dapat dilanjutkan dengan pemberian vaksin Rotavirus Pentavalen diberikan pada usia tidak lebih dari 32 minggu.

7. Vaksin Influensa 

Pemberian vaksin Influenza dapat diberikan saat bayi berusia lebih dari 6 bulan dan dapat diberikan ulang setiap tahunnya.

8. Vaksin Campak

Vaksin campak dapat diberikan pada bayi pada usia 9 bulan dan 18 bulan. Namun, pemberian vaksin yang kedua tidak perlu dilakukan apabila telah mendapatkan vaksin MMR.

9. Vaksin MMR/MR

Vaksin ini diberikan pada bayi ketika berusia 15 bulan, dan diberikan kembali dengan interval minimal 6 bulan. Jika pada saat bayi berusia 12 bulan, namun belum mendapatkan vaksin campak, maka boleh diberikan vaksin MMR pada usia tersebut.

10. Vaksin Varisela

Vaksin varisela dapat diberikan pada bayi usia 12 bulan.

11. Vaksin HPV

Vaksin HPV atau Human Papiloma Virus dapat diberikan sebanyak 3 kali pada bayi berusia 0, 1, dan 6 bulan.

12. Vaksin JE

Pemberian vaksin JE (Japanese Encephalitis) dilakukan pada bayi berusia 12 bulan.

Itulah jadwal vaksin rekomendasi IDAI 2017 untuk bayi usia 0 - 18 bulan. Pemberian beberapa vaksin tersebut masih berlanjut hingga anak berusia 18 tahun.Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

gambar : www.prosehat.com

Anak Saya Sakit, Apa Boleh Diimunisasi?

Saat anak sakit, imunisasi masih bisa dilakukan dengan syarat sakit yang diderita tidak parah. Namun, apabila bayi mengalami sakit parah maka tindakan imuniasi dapat ditunda terlebih dahulu. Memberikan imuniasi pada bayi yang menderita penyakit tertentu akan membuat imuniasi tidak bekerja secara optimal. Selain itu, imunisasi juga bisa memperburuk kondisi bayi karena adanya alergi atau justru mengganggu pengobatan yang sedang dilakukan.

Dokter akan memberikan saran terbaik, apakah si buah hati bisa diberikan imunisasi atau tidak. Jadi, ketika mendapati anak sakit, segera periksa ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan anak dan tingkat keparahannya. Biasanya, sebelum imunisasi, bidan atau dokter akan memberi tahu kondisi kesehatan bayi, apakah aman untuk dilakukan imunisasi atau tidak.


Itulah beberapa informasi tentang jadwal lengkap imunisasi bayi umur 0 – 18 bulan dan pentingnya dilakukan imunisasi sejak dini. Semoga informasi di atas bermanfaat dan mengingatkan Anda untuk melakukan imunisasi pada buah hati secara rutin sesuai jadwal. 
Disqus comments